Saturday, February 25, 2017

Pengertian, Pembentukan, Bentuk Bentuk dan Jenis Jenis Patahan (sesar)

Pengertian Patahan (Sesar)

Menurut ilmu geologi, Patahan (Sesar) adalah fraktur planar atau diskontinuitas pada suatu volume batuan, di mana telah terjadi perpindahan signifikan sebagai hasil dari gerakan massa batuan.

Patahan (sesar) yang besar dalam lempengan bumi adalah akibat dari proses lempeng tektonik (Diatropisme). Karena merupakan yang terbesar maka akan membentuk batas-batas antar lempeng. Pelepasan energi yang terjadi akan menghasilkan gerakan yang cepat dan aktif, itulah awal penyebab utama terjadinya gempa bumi.
Baca Juga : Pengertian Diatropisme dan juga Dampaknya
Patahan itu sendiri akan selalu mempunyai bidang yang disebut dengan "bidang patahan". Bidang patahan adalah bidang yang mewakili permukaan fraktur patahan. Dalam pembentukannya, patahan meninggalkan jejak yang sering disebut sebagai jejak patahan (jejak sesar). Didalam peta geologi jejak patahan banyak yang berupa garis yang biasa disebut sebagai garis patahan (fault line) yang merupakan perpotongan bidang patahan dengan permukaan tanah. 

Patahan biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga para ahli geologi memunculkan istilah zona patahan. Zona patahan adalah zona deformasi kompleks yang berhubungan dengan keberadaan bidang patahan.

Gambar patahan dan terminalogi pembentukannya. 

Dalam pergerakannya, patahan (sesar) akan memotong sejumlah blok batuan. Proses ini akan menghasilkan hanging wall dan footwall. Berdasarkan definisinya, "hanging wall" merupakan blok batuan yang berada di atas bidang patahan, sedangkan "footwall" merupakan blok batuan yang berada dibawah bidang patahan. Terminologi ini tercipta dari dunia pertambangan yaitu ketika sekelompok penambang yang sedang bekerja di tubuh mineral (ore body) yang berbentuk tabular, mereka berdiri diatas footwall dibawah kakinya dan hanging wall berada di atasnya.

Mekanisme Pembentukan Patahan (Sesar)

Karena gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa meluncur atau saling melewati satu sama lain dengan mudah. Kadang-kadang ketika semua gerakan berhenti, tetap akan terjadi penumpukan "stress" di bebatuan dan saat mencapai tingkat yang melebihi ambang ketegangan, akumulasi energi potensial akan di "dispersikan" oleh pelepasan tegangan. Pelepasan tegangan difokuskan ke sepanjang bidang dimana gerakan relatif tersebut ditampung.

Tegangan terjadi secara akumulatif atau instan, tergantung pada kekuatan batuan. Kerak bawah dan mantel yang "ductile" mengakumulasi deformasi secara bertahap melalui gaya geser, sedangkan kerak atas yang "brittle" bereaksi dengan fraktur menghasilkan lepasan tegangan menyebabkan gerakan sepanjang patahan. Sebuah patahan dalam batuan ductile juga dapat lepas seketika apabila laju regangan terlalu besar. Energi yang dilepaskan oleh lepasan tegangan inilah yang biasa menyebabkan gempabumi. Gempabumi merupakan fenomena umum di sepanjang batas patahan transform.

Bentuk Bentuk Patahan


A. Bentuk Patahan Vertikal

Patahan vertikal adalah patahan yang terjadi akibat tenaga endogen. Patahan ini menyebabkan sesar bergerak keatas dan ke bawah. Patahan vertikal adalah salah satu penyebab relief di muka bumi memiliki tinggi yang berbeda- beda. Patahan vertikal yang terkenal di indonesia adalah patahan semangko (sumatra)

1. Horst
Horst adalah dataran yang mengalami kenaikan akibat adanya tenaga endogen. Kenaikan dataran ini akibat adanya gerakan tektogenesa vertikal.

2. Graben
Graben adalah dataran yang mengalami penurunan akibat dari tarikan tenaga endogen. Penurunan ini terjadi secara cepat. Graben terjadi akibat dari gerakan tektogenesa yang memusat, dan menarik sesar ke arah bawah melalui dua titik. Graben juga bisa disebut Slenk atau Terban. Graben yang terisi oleh air dapat menjadi danau. Salah satu contoh graben di indonesia adalah danau toba di sumatra utara dan danau tempe di sulawesi.

3. Fault Scrap
Fault scarp (fleksur) adalah bentuk patahan yang terjadi akibat dorongan dari satu sisi saja. Dorongan ini menyebabkan salah satu bagian sesar menjadi naik, sehingga membentuk dinding terjal yang posisinya lebih tinggi dari pada daerah sekitar. Patahan ini biasa disebut tebing atau cliff.

4. Pegunungan Patahan
Pegunungan patahan (Step Faulting) adalah bentuk patahan yang berbentuk seperti tangga. Hal ini terjadi akibat adanya gerakan penurunan beberapa sesar dengan tempo dan gerakan yang hampir sama.
Baca Juga : Pengertian Pegunungan Patahan dan Contohnya

B. Bentuk Patahan Horizontal

Patahan horizontal adalah bentuk patahan yang diakibatkan dari tekanan tenaga endogen yang bergerak secara horiontal.
Patahan ini biasanya hanya berbentuk garis- garis atau retakan- retakan besar yang ada di dalam tanah. Patahan horizontal, biasanya dapat ditemukan pada daerah- daerah yang mengalami lipatan. Patahan horizontal dipisahkan menjadi dua, yaitu Dekstral dan Sinistral.
Baca Juga : Pengertian, Pembentukan, Bentuk Bentuk dan Jenis Jenis Lipatan
1. Dekstral
Dekstral adalah patahan horizontal yang bergerak ke arah kanan. Dekstral dapat diketahui dengan cara berdiri di depan potongan sesar yang besar. jika patahan tersebut adalah dekstral, maka sesar tersebut akan bergerak ke kiri.

2. Sinistral
Sinistral adalah
patahan horizontal yang bergerak ke arah kiri. Untuk mengetahu sinistral, caranya sama dengan dekstral. Yaitu berdiri di depan potongan sesar yang besar. jika sesar tersebut bergerak ke arah kiri, maka patahan tersebut adalah sinistral.

C. Bentuk Block Mauntain

Block Mauntain adalah kumpulan patahan- patahan yang tidak beraturan. Patahan tersebut membentuk dataran yang memiliki bentuk yang bermacam- macam. Ada yang naik, turun, maupun miring. Hal ini terjadi dari akibat adanya beberapa tekanan yang terjadi di satu daerah yang besar.

Tekanan tersebut membuat tarikan dan dorongan, yang menghasilkan bentuk relief yang tidak beraturan. Kumpulan patahan ini biasanya akan membentuk berbagai pegunungan. Pegunungan ini biasanya terdiri dari balok- balok lithosfer. Lithosfer adalah lapisan bumi atau kulit bumi bagian luar

D. Bentuk Oblique

Oblique adalah sesar yang mengalami patahan vertikal bersamaan dengan patahan horizontal. Gerakan ini juga disebut sebagai gerak miring. Gerakan miring terjadi akibat adanya dua tekanan yang berbeda, terjadi dalam satu waktu dan di satu titik yang sama.

Dikarenakan gerakannya yang miring, hal ini menyebabkan sesar berbentuk miring dan memanjang. berbeda dengan Fault scarp yang membentuk tebing, bentuk Oblique lebih dalam dan panjang. Selain itu, perbedaan tekanan yang didapat, membuat Oblique lebih curam dari Fault scarp. Oblique adalah penyebab terbentuknya palung di dasar laut, dan ngarai di daratan.

Jenis-jenis Patahan (Sesar) / Macam Macam Patahan (sesar)

Tipe atau jenis-jenis patahan pada dasarnya mengacu pada "Slip". "Slip" didefinisikan sebagai gerakan relatif dari fitur geologi yang hadir di kedua sisi bidang patahan dan merupakan sebuah vektor perpindahan. Gerakan relatif batuan di setiap sisi patahan akan selalu berhubungan dengan bagian sisi lainnya.

Berdasarkan arah slip, patahan (sesar) secara umum dapat dikategorikan sebagai:
  1. Strike-Slip ; di mana offset dominan horisontal, sejajar dengan garis patahan. 
  2. Dip-Slip ; dimana offset dominan vertikal, tegak lurus dengan garis patahan. 
  3. Oblique-Slip ; Kombinasi Strike-slip dan Dip-slip. 
Berdasarkan arah gerak relatif hanging wall terhadap foot wall:
  1. Patahan Turun / Sesar Turun (Normal) ; bila hanging wall relatif turun 
  2. Patahan Naik / Sesar Naik ; bila hanging wall relatif naik 
Berdasarkan ada tidaknya gerak rotasi :
  1. Patahan Translasi ; bila masing-masing blok tidak terjadi gerak rotasi 
  2. Patahan Rotasi ; bila ada gerak rotasi blok terhadap blok yang lain 
Penjelasan yang lebih detail per individu dari jenis-jenis patahan diatas akan kita bahas pada artikel berikutnya Bentuk Bentuk Patahan. Diharapkan artikel ini dapat menjadi dasar bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang Struktur Geologi, khususnya berupa struktur patahan (Sesar/Fault).

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan. Anda Sopan Kami Segan.
EmoticonEmoticon